Daftar Benteng Bersejarah yang Layak Dikunjungi di Makassar

 pinterest


Jalan-jalan ke Makassar jangan hanya mengunjungi Pulau-Pulau atau pantainya saja. Kota Angin Mamiri ini juga punya cerita sejarah yang mengagumkan dan meninggalkan benda-benda atau bangunan yang mengesankan, lho! Salah satunya benteng. Kokoh dan tingginya benteng-benteng ini wajib masuk dalam bidikan kamera kamu. Masih bingun, benteng apa saja yang harus kamu kunjungi ketika di Kota Makassar? Berikut ini daftar benteng bersejarah yang bisa kamu kunjungi, di antaranya:

Benteng Fort Rotterdam

Dari namanya, kamu mungkin mengira bahwa Benteng ini dibangun oleh Belanda. Nama Fort Rotterdam diganti setelah Kerajaan Gowa-Tallo ditaklukan oleh Belanda. Benteng Fort Rotterdam merupakan lambang Kerajaan Gowa Tallo yang dimasa itu dipimpin oleh Sultan Hasanuddin. Dimasa Sultan Hasanudidin, Benteng ini bernama Jumpandang yang sudah dibangun sejak 1545 oleh Raja Gowa ke-9. Sedangkan warga lokal menyebutnya Benteng Panyua karena jika dilihar dari udara di atas 10 ribu kaki seperti seekor penyu yang akan masuk ke Pantai.

Hal ini cukuplah logis jika mengingat hewan penyu memiliki makna mendalam bagi Kerajaan Gowa - Tallo. Penyu merupakan lambang Kerajaan yang diharapkan dapat berjaya baik di darat maupun laut. Sayangnya, Benteng pertahanan yang berada di Jalan Ujung Pandang No. 1 harus jatuh ke tangan Belanda karena memenuhi perjanjian Bungayya.

Kini, dengan menyerahkan dana sumbangan Rp10.000 kamu sudah bisa melihat megahnya benteng yang dibangun di atas tanah seluas 2,5 hektare yang terdiri dari 16 buah bangunan di dalamnya. Benteng yang dijadikan gerbang masuk memiliki ketinggian tiga meter. Sebagai sebuah benteng, Fort Rotterdam memiliki lima bastion di antaranya: Bastion Bone, Bacan. Buton, Mandarasyah, Amboina yang menempati setiap arah benteng. Masing-masing bastion dihubungkan dengan dinding benteng.


Di dalam benteng, beberapa bangunan dijadikan museum cagar salah satunya yang bisa kamu lihat adalah Museum La Galigo. Museum ini menyimpan benda-benda bersejarah yang disimpan dalam etalase atau kotak kaca besar seperti fosil bebatuan dan senjata-senjata kuno masyarakat Sulawesi Selatan hingga modern, perhiasan, mata panah, dan juga patung. Meskipun sudah lama ada tapi benda-benda yang ada di dalam Museum La Galigo ini masih terpelihara dengan baik.  Selain, benda-benda peninggalan kuno di dalam Museum terdapat miniatu kapal Phinisi yang melambangkan masyarakat Sulawesi adalah pelaut yang handal.

Di tengah-tengah Benteng yang berada di dekat taman terdapat sebuah bangunan yang digunakan untuk pergelaran kesenian budaya. Tertarik untuk melihat saksi dari bagaimana pangeran Sultan Hasanuddin mempertahankan daerahnya? Dari Bandar Udara Sultan Hasanuddin hanya sekitar 30 menit sudah tiba di Benteng Fort Rotterdam sedangkan dari Pelabuhan Soekarno Hatta kurang lebih 15 menit.  Sampai di sini, bagaimana sudah tertarik untuk menambahkan objek wisata benteng ketika liburan ke Makassar?

Untuk mendapatkan tiket pesawat dengan harga yang bersahabat, kamu bisa mencari promo tiket pesawat murah di reservasi.com.


Benteng Somba Opu

Benteng Somba Opu salah satu benteng yang dimiliki Kerajaan Gowa -Tallo selain Fort Rotterdam. Benteng Somba Opu emiliki area yang lebih luas dibandingkan Fort Rotterdam. Dulunya, benteng ini digunakan sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Gowa. Benteng Somba Opu dibuat dari batu bata merah tetapi begitu tebal. Benteng Somba Opu yang berada di Jalan Daeng Tata Kelurahan Benteng Somba Opu, Kecamatan Barombong, menyisakan tiga sisa bastion dari reruntuhan yang pernah terjadi, di antaranya: bastion tengah, barat daya, dan Buluwara Agung. Di bastion Buluwara Agung pernah dipasang meriam yang memiliki panjang enam meter dengan diameter 4,14 cm dan bobot hingga 9.500 kilogram.

Selain bastion yang tersisa dari reruntuhan adalah sebuah patok beton yang menandakan di bawah tanah terdapat dinding yang belum tergali. Bahkan hingga kini belum ada yang tahu pasti bagaimana bangunan pasti benteng Sompa Opu. Di dalam sebuah eta yang ada di Museum Makassar tertulis bahwa benteng dengan luas 1.500 hektar ini berbentuk persegi empat dan memanjang dari barat ke timur sejauh dua kilometer. Keitnggian dinding mencapai tujuh hingga delapan meter dengan tebal 3.6 meter. Namun sekarang ketinggian dinding hanya mencapai dua meter.

Benteng Sompa Opu yang berada dalam kompleks Miniatur Sulawesi Selatan juga menyuguhkan sebuah taman mini dimana kita dapat menyaksikan rumah adat yang ada di Sulawesi Selatan seperti suku Bugis, Makassar, Toraja, dan Mandardi dalam bangunan benteng. Benteng Sompa Opu pun sering dijadikan tempat untuk mengadakan cara pergelaran Pameran Budaya dan Pembangunan Sulawesi Selatan yang rutin setahun sekali. Untuk melihat Benteng Somba Opu, kamu hanya perlu merogok kocek Rp2.000 saja atau jika ingin mengetahui secara terperinci mengenai sejarah Benteng ini kamu dapat mnyewa guide sambil berkeliling Benteng. Tentunya dengan biaya yang berbeda dengan tiket masuk. Dari pusat kota Makassar ke Benteng Sompa Opu kamu bisa juga menggunakan kendaraan umum seperti pete-pete atau taksi.

Untuk penginapan, kamu dapat mencari hotel termurah di Makassar yang lokasinya tidak jauh dari pantai Losari. Selamat berlibur!

Daftar Benteng Bersejarah yang Layak Dikunjungi di Makassar