Mengukur kekuatan konten blog

Blogging itu identik dengan konten yang menjadi isi dari blog itu sendiri, dan yang namanya konten itu di dalam blogging ditujukan pada artikel. Istilah artikel menggambarkan pandangan secara mendalam dari berbagai sisi seorang penulis mengenai sesuatu yang di bahasnya baik berupa fakta atau berita bahkan ungkapan dari suatu pengalamannya.

Padahal konten itu tidak hanya artikel (tulisan) tetapi video, nada/musik juga bisa disebut konten dalam blog.
Sebenarnya, pada inti dalam membuat konten seorang blogger untuk dipublikasikan bisa dikategorikan dalam dua perspektif yaitu, untuk tujuan komersil atau non komersil.

Tapi yang menjadi objek dalam hal ini adalah para pembaca atau penikmat konten kita. Sehingga gampang sekali bila anda seorang blogger dan ingin mengukur sejauh mana konten anda bagus atau tidaknya, tenar atau tidaknya tergantung dari pemirsanya.



Mengukur kekuatan konten blog

Dalam tulisan ini saya ingin mengajak anda tentang pandangan yang berbeda dengan bogger lain tentang konten yang dimuat dalam suatu weblog.

Sebelumnya coba perhatikan kalimat ini:
1.    Tujuan saya membuat blog adalah untuk mendapatkan penghasilan
2.    Apa yang saya tulis di dalam blog semoga bermanfaat banyak orang
3.    Tulisan dalam blog saya membuat emosi saya tersalurkan

Dari ketiga pernyataan di atas nomor mana yang mewakili anda dalam ngeblog?
No. 1 menggambarkan tujuan blogging untuk mengkomersilkan kontennya
No. 2 tujuan awal ngeBlog memberikan manfaat kepada pembaca
No. 3 ngeBlog hanya untuk mencatat curahatan hati, atau tidak untuk dikomersilkan

Secara pribadi pandangan saya terhadap membuat konten itu tergantung dari tujuan awal kita membuat blog, sehingga akhirnya akan jelas kemana arahnya.

Pada skemanya dari awal kita membuat blog hingga tercapai tujuannya  terlhat dari pola berikut ini:
Membangun blog >> konten >> Dinikmati pengunjung >> mendapatkan keuntungan

Membangun Blog:
Beberapa tahapan yang dilakukan:
Membuat email  >> Membuat blog

Membuat konten
Membuat peta konten >> Mengumpulkan data dasar >> Memposting konten

Dinikmati pengunjung
Respon baik >< Respon acuh

Mendapatkan keuntungan
Finansial >< Non finansial atau Penghasilan dan nilai tambah

Dari urutan logika di atas menunjukkan pandangan saya mengenai kekuatan konten terhadap nilai dari ngeblog. Bagimana menurut anda?

Sepanjang panjangnya dan seluas luasnya konten yang anda buat dalam blog, bila berdasarkan pada apa yang ada dalam diri anda maka memberikan nilai tambah yang besar bila koten dibuat dalam blog anda diluar diri anda.

Konten yang berasal dari diri sendiri itu dapat digali dengan mengumpulkan hal hal berikut ini:
1.    Apa yang anda ketahui dan apa yang anda kuasai?
2.    Tulis pengalaman anda yang membuat anda merasa berharga dalam hidup anda
3.    Apa yang anda minati?

Kriteria yang melekat dalam diri anda adalah apa yang anda ketahui dan apa yang anda kuasai, sebab pada intinya dalam memaparkan tulisan dalam artikel sesuai yang ada dalam diri anda akan membuat enjoy, mengalir, sistematis dan bertahan lama dan memungkinkan akan menjadi bahan untuk menyalurkan kebaikan.

Contoh nyata:
Blog yang dikelola oleh seorang guru fisika, mereka membuat konten tentang cara cepat memahami ilmu fisika.

Dengan pengalaman yang telah ditemukan selama ini dan dirasakan bermanfaat untuk diri sendiri, maka sangat cocok untuk dipaparkan dalam sebuah konten untuk mlanjutkan manfaat yang dirasakan untuk orang lain dan ini menjadi peluang anda mendapatkan manfaat lebih dari sekedar berbagi.

Misalkan:
Saya membuat blog dengan tema blogging, karena saya sudah masuk dunia blogging selama beberapa tahun dan menjadi pengalaman bermanfaat.

Kadang kala kita menulis artikel untuk mempertajam hal hal yang ditemukan akibat dari minat kita tentang sesuatu.

Contoh:
Saya seorang guru dan tertarik dunia bisnis, dan membuat blog dengan tema bisnis.

Kesimpulan:
Kekuatan konten dalam blog bergantung pada apa yang ada dalam diri kita sehingga penikmat/pengunjung blog menjadi mendapatkan manfaat atau nilai. Dan untuk menggali apa yang ada dalam diri, harus melakukan langkah menuliskan semua apa yang kita ketahui dan kuasai. Dengan adanya manfaat bagi penikmat konten kita secara otomatis kita akan memperoleh keuntungan secara komersial (penghasilan) dan non komersial (berkah ilmu).

Mengukur kekuatan konten blog