Sabar kunci Sukses Meraih Impian

Mengawali tulisan ini saya ingin mengutip Ayat Al-Qur’an sebagai berikut:
“Dan sesungguhnya Kami akan memberikan balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.” (Al-Baqarah-157)
Itulah janji dari Allah SWT untuk orang-orang yang sabar. Janji Allah mutlak Maha Benar sehingga bagi kita yang sampai saat ini berharap tercapai impiannya harus bisa menerapkan ilmu sabar dalam diri kita. Hasil dari kesabaran memang terasa oleh saya dalam mencapai impian. Tidak hanya saya, pasti setiap orang yang mendapatkan hasil (posisi) saat ini seperti menduduki jabatan yang diinginkan, lulus sekolah dengan nilai memuaskan, IPK memuaskan sehingga diterima di perusahaan pavorit dan lain-lain semata-mata buah dari kesabaran. 
Alhamdulillah 3 minggu kebelakang saat saya mengetik artikel ini saya mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari Bupati sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil. Puji dan Syukur setelah 10 tahun 3 bulan saya bekerja sebagai seorang honorer di Instansi Pemerintahan Daerah tempat tinggal saya dengan honor pas-pasan bahkan kalau di hitung secara matematis selisih pendapatan dan pengeluaran selama 1 bulan dari gaji adalah minus. Dengan tanggungan hidup seorang isteri satu anak saya setiap bulan selalu meminjam uang untuk menutupi kebutuhan sehari hari. Gaji yang saya dapatkan selama bekerja 10 tahun lebih itu, setiap bulannya hanya bisa untuk pengeluaran bensin saja. Tapi walau bagaimanapun juga janji dari Allah kepada orang yang sabar akan selalu menyertainya. Dengan hitung-hitungan matematis hasilnya minus dan selalu menghutang akhirnya saya sekarang bisa merasakan buah dari kesabaran itu. Tidak bisa dipungkiri saya belum secara keseluruhan memaknai arti sabar, hanya bisa menerima dan bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah.
Menurut Imâm al-Ghazâlî “sabar adalah keteguhan yang mendorong hidup beragama dalam menghadapi dorongan hawa nafsu”
Selama sepanjang waktu itu saya selalu berusaha untuk meningkatkan perekonomian keluarga, sempat saya ditawari untuk bekerja di Jakarta dengan tawaran gaji bila di bandingkan dengan penghasilan saat itu jauh sekali bahkan 10 kali lipat gajinya. Saat itu saya di bingungkan dengan tawaran itu, tapi dengan konsekuensi saya harus fokus bekerja disana dengan diharuskan meninggalkan keluarga karena isteri dan anak harus menemani ibu mertua. Memang berat antara dua pilihan tersebut, disisi lain kebutuhan keluarga selalu tidak terpenuhi di sisi lain saya ditawarkan pekerjaan dengan gaji besar tapi harus jauh dari keluarga dan keluar dari tempat kerja waktu itu. Akhirnya, dengan pilihan antara akal dan fikiran (sabar) dengan nafsu (gaji besar) saya komiten dengan isteri untuk tidak mengambil tawaran itu. Ikhtiar dan sabar selalu saya tanamkan kepada keluarga, dan akhirnya Alhamdulillah dengan kesabaran itu saat ini saya duduk di Instansi Pemerintahan di daerah tempat tinggal saya dan mungkin tidak akan seperti sekarang bila waktu itu saya ambil tawaran bekerja di Jakarta. 
Dalam menghadapi perjalanan hidup ini sangat diperlukan untuk selalu bersabar dan menjauhkan nafsu dari diri kita. Arti sesungguhnya bersabar adalah selalu bersyukur atas karunia-Nya dan selalu memikirkan akibat dari langkah dari setiap perjalanan kita. Tak sedikit kita selalu digoda dengan fatamorgana duniawi, kita terkadang membanding-bandingkan keadaan kita dengan keadaan orang lain yang serba lebih dari kita sehingga bila kita kurang bersyukur akibatnya nafsu yang menjadi pengendali kita. Sebaliknya bila kita selalu bersyukur dan bersabar ketika kita melihat orang lan yang serba lebih dari kita maka akal dan fikiran yang menjadi benteng dan pengendali kita. Hawa nafsu akan jadi pengendali kita bila kita kurang sabar dalam menyikapi keadaan kita. Dengan niat kesungguhan hati untuk selalu bersabar dalam menjalani hidup pasti akan mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan. 
Semua orang pasti tahu makna sabar sebenarnya tapi terkadang kita melupakan hal-hal kecil dalam menjalaninya seperti kita tergoda dengan kelebihan orang lain. Tak hanya sabar, sabar dan sabar saja tanpa dilengkapi dengan ikhtiar dan tawakal Insya Allah akan selalu dibimbing oleh Tuhan menuju tercapainya impian kita. Seperti halnya saya selama 10 tahun lebih menunggu akhirnya saya pada tahun 2015 ini menjadi PNS Alhamdulillah.

“Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, kehilangan jiwa (kematian) dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. (Q.S. AL-Baqarah 155).


Sabar kunci Sukses Meraih Impian